Tuesday, November 3, 2009
Rayer kt M&E Depart.2009
Best sangat rayer kali nih tuk unit M&E. Buat pertama kalinya dalam sejarah...unit nie bersatu ati mengerah tenaga dan otak ++++tuk jayerkan sambutan ari raya 2009. Ni aq ader upload gambor2 GBS (geng bas skolah init M&E daaa) tuk jadikan kenangan dan InsyaAllah, bos aq suruh kami buat cadangan tuk Family Day lakkk...hehehe sukernyer....
Tuesday, October 20, 2009
22 LWN 1
Sebuah cerita yang menarik.. Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan! Sang pendeta pun mulai bertanya, "
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
pening jugak soalannya!
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. Dan bukti-bukti itu ialah angin taufan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, belah laut, memayungi mereka dengan awan, al-man, al-salwa, batu hingga yang lain daripada tanda kekuasaan Allah yang mereka saksikannya.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya':69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentera bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta.Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan! Sang pendeta pun mulai bertanya, "
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
pening jugak soalannya!
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. Dan bukti-bukti itu ialah angin taufan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, belah laut, memayungi mereka dengan awan, al-man, al-salwa, batu hingga yang lain daripada tanda kekuasaan Allah yang mereka saksikannya.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya':69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentera bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta.Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
MEMBINA HUBUNGAN MENANTU DENGAN MENTUA
Bagi sesetengah pasangan, permasalahan hubungan antara menantu dengan mentua seringkali menjadi punca timbulnya konflik antara suami dengan isteri. Meskipun di zaman ini sudah banyak pasangan yang tidak lagi tinggal serumah dengan mentua, namun hal tersebut bukan bererti bahawa masalah menantu-mentua tidak lagi terjadi. Hal ini mengingatkan kita bahawa sebagai anggota dari sebuah keluarga, maka mentua dan menantu pasti akan selalu bertemu dan saling berinteraksi, contohnya ketika pulang berhari raya atau ketika si datuk atau nenek berkunjung ke rumah anaknya untuk menjenguk cucu mereka.
Mentua dan ertinya dalam kehidupan berumah tangga
Suami atau isteri kepada seseorang adalah hasil daripada perkongsian hidup mentuanya di mana keadaan pasangan (suami ataupun isteri) yang terbentuk pada hari ini adalah hasil daripada proses sosialisasi yang telah dilalui oleh seseorang itu semasa bersama-sama dengan ibu bapanya.
Fungsi mentua ini sebenarnya sangat penting dalam kehidupan kerana daripada merekalah berbagai-bagai panduan dan nasihat berhubung dengan soal-soal rumah tangga boleh didapati. Ini kerana mereka terlebih dahulu menjalani kehidupan berumah tangga. Banyak pengalaman mereka yang boleh dijadikan panduan kepada anak-anak ataupun menantunya dalam mencapai kebahagiaan hidup berumah tangga.
Fenomena masyarakat pada zaman kini menunjukkan bahawa bilangan wanita telah berumah tangga dan bekerja terus meningkat. Isteri-isteri yang bekerja sering kali menghadapi masalah untuk mendapatkan pembantu rumah bagi menjaga anak-anak dan menguruskan kerja-kerja rumah. Maka, bagi menyelesaikan masalah tersebut, ramai yang telah meminta bantuan mentua mereka yang masih sihat untuk menjaga anak-anak mereka. Oleh itu, selain dapat mengurangkan beban, risiko keselamatan anak-anak juga akan terjamin apabila berada di bawah jagaan mentua.
Selain itu mentua juga merupakan pembantu terdekat apabila pasangan suami isteri itu menghadapi masalah mengenai kos perbelanjaan keluarga. Hal ini berlaku terutamanya bagi mereka yang berpendapatan rendah atau pasangan baru mendirikan rumah tangga. Mereka menjadikan mentua sebagai sumber atau tempat mendapatkan bantuan kewangan. Malah tidak kurang juga dalam masyarakat kita mentua yang menghulurkan bantuan kewangan kepada anak-anak mereka yang telah berumah tangga demi menjamin kebahagiaan anak-anak mereka meskipun tidak dipinta.
Mentua: punca krisis rumah tangga?
“Siapa itu Kasim Selamat? Loyar? Majistret?”
“Ahli musik, mak.”
“Pantang keturunan aku ahli musik!”
Dialog ini memang begitu popular di mana ia dipetik daripada kisah “Ibu Mertuaku” lakonan allahyarham Tan Sri P. Ramlee. Ia jelas menceritakan tentang sikap tidak baik seorang mentua terhadap menantunya. Ya, tidak dinafikan mentua juga boleh menjadi punca perselisihan antara suami isteri. Ada mentua yang cerewet dan selalu mencampuri urusan rumah tangga anak-anak mereka sehingga anak dan menantu bercerai-berai. Namun tidak dilupakan juga ia adalah berpunca daripada sikap anak itu sendiri yang terlalu bergantung dengan ibu bapa mereka sekalipun telah berumah tangga.
Kebergantungan tersebut sering membuat pasangan merasa, jengkel, marah, kesal, iri hati, cemburu serta bermacam emosi negatif lainnya di mana hal-hal kecik sekali pun dirujuk kepada mentua dan mengikut pilihan mentua. Pasangan tentu sekali akan merasa diabaikan, disingkirkan dan tidak dihargai kerana selalu berada di bawah bayang-bayang mentuanya. Pasangan akan merasa bahawa posisinya hanyalah sebagai pelengkap yang tidak penting dalam menentukan arah kehidupan keluarganya sendiri.
Dalam beberapa keadaan, kebergantungan si anak tersebut bersifat dua arah. Maksudnya, anak menjadi sumber sense or self dari orang tua (kerana kewujudan anak membuatkan dirinya merasa berguna, diperlukan) sehingga mereka intim terus berperanan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan anaknya meskipun si anak tersebut telah dewasa dan berkeluarga. Kemungkinan juga, seseorang itu sejak anaknya masih kecil telah menanamkan sikap kebergantungan terhadap diri mereka sehingga anak mereka tidak tahu berdikari. Mereka telah bersikap over-protective dan terlalu dominan sehingga menimbulkan rasa kurang percaya terhadap diri sendiri dalam jiwa anak-anak. Mereka memandang bahawa dirinya tidak dapat berbuat apa-apa tanpa orang tua mereka.
Sikap mentua yang begini lambat laun boleh mengakibatkan berlakunya perceraian. Keadaan ini akan lebih ketara sekiranya pasangan tinggal serumah dengan mereka. Walau bagaimanapun kemungkinan mentua boleh menimbulkan kesan negatif ke atas diri pasangan tidak seharunya dijadikan alasan untuk tidak mewujudkan hubungan yang baik dan mesra antara menantu dengan mentua memandangkan kebaikan yang boleh diperolehi daripada mentua itu banyak sekali di mana terdapat kajian-kajian yang telah membuktikan hubungan baik dengan mentua boleh menyumbang ke arah mencapai kebahagiaan rumah tangga.
Persoalannya bagaimana cara menanganinya sehingga hubungan antara menantu dengan mentua dapat berlangsung secara harmoni?
Cara mewujudkan hubungan baik
Pada dasarnya penyelesaian sesuatu masalah adalah bergantung pada diri kita sendiri. Kitalah yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Jika hanya menunggu pihak lain untuk bertindak, kemungkinan besar penyelesaiannya akan menjadi lebih rumit. Maka bagi mereka yang mengalami masalah dengan mentua atau menantu, ada baiknya meereka mempertimbangkan beberapa saranan berikut:
1. Berdamai dengan diri sendiri – ertinya menciptakan suasana tenang dalam diri sendiri dengan mendekatkan diri pada Allah SWT dan mengenepikan sebarang buruk sangka terhadap mentua. Alihkan fikiran secara total pada hal-hal yang positif. Ingatlah bahawa setiap perselisihan pasti melibatkan lebih dari seorang dan dalam hal ini tidak ada manusia yang dapat lari daripada melakukan kesilapan. Oleh sebab itu, jika sebelumnya kita cenderung memikirkan setiap hal secara negatif dan selalu menyalahkan orang lain, maka sekarang belajarlah sedikit demi sedikit melihat sesuatu permasalahan secara objektif.
Mulakan dengan mengubah pola pemikiran kita sendiri. Ingatlah ungkapan yang mengatakan: “change your thoughts and you will change your world”. Hal ini berkait rapat kerana pasangan yang mempunyai sikap prejudis di dalam diri mereka akan terpengaruh dengan sikap tersebut di mana terdapat pasangan yang dari awal-awal perkahwinan lagi telah menunjukkan sikap yang negatif terhadap mentua. Sebagai contoh masyarakat selalu melemparkan persepsi yang salah terhadap mentua seperti: mentua harus dijauhi dan tidak perlu diwujudkan hubungan baik dengannya, mentua tidak boleh dibawa tinggal bersama ataupun menantu tidak boleh tinggal di rumah mentua dan berbagai-bagi prasangka yang lain. Persepsi yang tidak baik ini jika tertanam dalam pemikiran seseorang akan menyebabkan mentua mereka berkecil hati dan mudah tersinggung.
2. Mulailah belajar untuk memahami beberapa perkara seperti:
Setiap keluarga mempunyai budayanya sendiri begitu juga antara menantu dan menantu dan mentua tentunya memiliki budaya keluarga yang berbeza. Yang dimaksud dengan budaya keluarga di sini adalah latar belakang yang seringkali sangat jauh berbeza, sama ada yang menyentuh hal-hal berkenaan tempat tinggal atau pun pengalaman peribadi yang selama ini menjadi pegangan, didikan dan kebiasaan dalam sesebuah keluarga di mana segalanya ini tentu sekali akan membentuk karaktor, sikap dan pembawaan seseorang individu dalam menjalani kehidupan sehariannya dan dalam menghadapi sesuatu masalah.
Dengan lain perkataan, asuhan orang tua atau pun kualiti hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya merupakan factor penting yang boleh mempengaruhi kualiti perkahwinan seseorang di masa akan datang. Hal ini mencakupi perihal pemilihan pasangan, pola interaksi komunikasi suami-isteri dan anak-anak, sikap terhadap pasangan dan persepsinya terhadap peranannya dalam keluarganya. Dengan itu jika proses sosialisasi dengan orang tuanya tidak begitu baik, segala emosi negatif dari mas lalu akan terbawa-bawa dalam kehidupan rumahtangganya, baik terhadap diri sendiri, pasangannya dan terhadap makna perkahwinan itu sendiri.
3. Menyamakan pasangan dengan ibu atau bapa sendiri –
Seringkali tanpa sedar seseorang akan mencari pasangan dan mentua yang seperti ibunya dan bapanya. Mereka mengharapkan agar pasangannya dan mentuanya memperlakukan dirinya seperti perlakuan ayah dan ibu terhadapnya. Harapan tersebut pada dasarnya tidaklah wajar kerana ia akan mendatangkan masalah yang besar dalam rumahtangga. Sebaliknya menantulah yang harus mengalah dan melayani mentua mereka seperti ibu bapa mereka sendiri selaku orang yang lebih tua daripada mereka bahkan kedudukan mentua sebenarnya adalah sama seperti ibu dan bapa sendiri. Menderhaka kepada mentua samalah seperti menderhaka kepada ibu bapa sendiri. Menantu juga hendaklah menunjukkan sikap bertolak ansur dengan mentua. Mentua seperti individu lain tentunya memiliki sifat kekurangan dan kelebihan tersendiri. Segala sifat mentua ini hendaklah diterima oleh menantu dengan lapang dada.
Kesimpulan
Sesungguhnya mentua adalah orang tua yang membesarkan pasangan kita dan mempunyai pengaruh yang besar dalam hidupnya. Mentua kitalah yang membentuk pasangan kita hingga menjadi peribadi yang mahu mencintai dan menerima diri kita. Oleh itu keserasian dengan mentua adalah antara faktor penting dalam mewujudkan kebahagiaan rumahtangga. Hormatilah mentua sebagaimana kita menghormati kedua-dua ibu bapa kita iaitu dengan mewujudkan sistem komunikasi yang baik. Ini penting kerana ia bakal menjadi contoh kepada anak-anak apabila mereka menjalani kehidupan berumahtangga kelak. Janganlah membalas sakit hati kita dengan melakukan sesuatu yang tidak baik kepada mentua. Percayalah rasa hormat yang kita tunjukkan itu akan membuatkan mereka merasakan diri mereka dihargai dan diterima oleh menantu mereka. Dengan demikian hubungan baik dan mesra antara menantu dengan mentua akan mudah terjalin.
Mentua dan ertinya dalam kehidupan berumah tangga
Suami atau isteri kepada seseorang adalah hasil daripada perkongsian hidup mentuanya di mana keadaan pasangan (suami ataupun isteri) yang terbentuk pada hari ini adalah hasil daripada proses sosialisasi yang telah dilalui oleh seseorang itu semasa bersama-sama dengan ibu bapanya.
Fungsi mentua ini sebenarnya sangat penting dalam kehidupan kerana daripada merekalah berbagai-bagai panduan dan nasihat berhubung dengan soal-soal rumah tangga boleh didapati. Ini kerana mereka terlebih dahulu menjalani kehidupan berumah tangga. Banyak pengalaman mereka yang boleh dijadikan panduan kepada anak-anak ataupun menantunya dalam mencapai kebahagiaan hidup berumah tangga.
Fenomena masyarakat pada zaman kini menunjukkan bahawa bilangan wanita telah berumah tangga dan bekerja terus meningkat. Isteri-isteri yang bekerja sering kali menghadapi masalah untuk mendapatkan pembantu rumah bagi menjaga anak-anak dan menguruskan kerja-kerja rumah. Maka, bagi menyelesaikan masalah tersebut, ramai yang telah meminta bantuan mentua mereka yang masih sihat untuk menjaga anak-anak mereka. Oleh itu, selain dapat mengurangkan beban, risiko keselamatan anak-anak juga akan terjamin apabila berada di bawah jagaan mentua.
Selain itu mentua juga merupakan pembantu terdekat apabila pasangan suami isteri itu menghadapi masalah mengenai kos perbelanjaan keluarga. Hal ini berlaku terutamanya bagi mereka yang berpendapatan rendah atau pasangan baru mendirikan rumah tangga. Mereka menjadikan mentua sebagai sumber atau tempat mendapatkan bantuan kewangan. Malah tidak kurang juga dalam masyarakat kita mentua yang menghulurkan bantuan kewangan kepada anak-anak mereka yang telah berumah tangga demi menjamin kebahagiaan anak-anak mereka meskipun tidak dipinta.
Mentua: punca krisis rumah tangga?
“Siapa itu Kasim Selamat? Loyar? Majistret?”
“Ahli musik, mak.”
“Pantang keturunan aku ahli musik!”
Dialog ini memang begitu popular di mana ia dipetik daripada kisah “Ibu Mertuaku” lakonan allahyarham Tan Sri P. Ramlee. Ia jelas menceritakan tentang sikap tidak baik seorang mentua terhadap menantunya. Ya, tidak dinafikan mentua juga boleh menjadi punca perselisihan antara suami isteri. Ada mentua yang cerewet dan selalu mencampuri urusan rumah tangga anak-anak mereka sehingga anak dan menantu bercerai-berai. Namun tidak dilupakan juga ia adalah berpunca daripada sikap anak itu sendiri yang terlalu bergantung dengan ibu bapa mereka sekalipun telah berumah tangga.
Kebergantungan tersebut sering membuat pasangan merasa, jengkel, marah, kesal, iri hati, cemburu serta bermacam emosi negatif lainnya di mana hal-hal kecik sekali pun dirujuk kepada mentua dan mengikut pilihan mentua. Pasangan tentu sekali akan merasa diabaikan, disingkirkan dan tidak dihargai kerana selalu berada di bawah bayang-bayang mentuanya. Pasangan akan merasa bahawa posisinya hanyalah sebagai pelengkap yang tidak penting dalam menentukan arah kehidupan keluarganya sendiri.
Dalam beberapa keadaan, kebergantungan si anak tersebut bersifat dua arah. Maksudnya, anak menjadi sumber sense or self dari orang tua (kerana kewujudan anak membuatkan dirinya merasa berguna, diperlukan) sehingga mereka intim terus berperanan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan anaknya meskipun si anak tersebut telah dewasa dan berkeluarga. Kemungkinan juga, seseorang itu sejak anaknya masih kecil telah menanamkan sikap kebergantungan terhadap diri mereka sehingga anak mereka tidak tahu berdikari. Mereka telah bersikap over-protective dan terlalu dominan sehingga menimbulkan rasa kurang percaya terhadap diri sendiri dalam jiwa anak-anak. Mereka memandang bahawa dirinya tidak dapat berbuat apa-apa tanpa orang tua mereka.
Sikap mentua yang begini lambat laun boleh mengakibatkan berlakunya perceraian. Keadaan ini akan lebih ketara sekiranya pasangan tinggal serumah dengan mereka. Walau bagaimanapun kemungkinan mentua boleh menimbulkan kesan negatif ke atas diri pasangan tidak seharunya dijadikan alasan untuk tidak mewujudkan hubungan yang baik dan mesra antara menantu dengan mentua memandangkan kebaikan yang boleh diperolehi daripada mentua itu banyak sekali di mana terdapat kajian-kajian yang telah membuktikan hubungan baik dengan mentua boleh menyumbang ke arah mencapai kebahagiaan rumah tangga.
Persoalannya bagaimana cara menanganinya sehingga hubungan antara menantu dengan mentua dapat berlangsung secara harmoni?
Cara mewujudkan hubungan baik
Pada dasarnya penyelesaian sesuatu masalah adalah bergantung pada diri kita sendiri. Kitalah yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Jika hanya menunggu pihak lain untuk bertindak, kemungkinan besar penyelesaiannya akan menjadi lebih rumit. Maka bagi mereka yang mengalami masalah dengan mentua atau menantu, ada baiknya meereka mempertimbangkan beberapa saranan berikut:
1. Berdamai dengan diri sendiri – ertinya menciptakan suasana tenang dalam diri sendiri dengan mendekatkan diri pada Allah SWT dan mengenepikan sebarang buruk sangka terhadap mentua. Alihkan fikiran secara total pada hal-hal yang positif. Ingatlah bahawa setiap perselisihan pasti melibatkan lebih dari seorang dan dalam hal ini tidak ada manusia yang dapat lari daripada melakukan kesilapan. Oleh sebab itu, jika sebelumnya kita cenderung memikirkan setiap hal secara negatif dan selalu menyalahkan orang lain, maka sekarang belajarlah sedikit demi sedikit melihat sesuatu permasalahan secara objektif.
Mulakan dengan mengubah pola pemikiran kita sendiri. Ingatlah ungkapan yang mengatakan: “change your thoughts and you will change your world”. Hal ini berkait rapat kerana pasangan yang mempunyai sikap prejudis di dalam diri mereka akan terpengaruh dengan sikap tersebut di mana terdapat pasangan yang dari awal-awal perkahwinan lagi telah menunjukkan sikap yang negatif terhadap mentua. Sebagai contoh masyarakat selalu melemparkan persepsi yang salah terhadap mentua seperti: mentua harus dijauhi dan tidak perlu diwujudkan hubungan baik dengannya, mentua tidak boleh dibawa tinggal bersama ataupun menantu tidak boleh tinggal di rumah mentua dan berbagai-bagi prasangka yang lain. Persepsi yang tidak baik ini jika tertanam dalam pemikiran seseorang akan menyebabkan mentua mereka berkecil hati dan mudah tersinggung.
2. Mulailah belajar untuk memahami beberapa perkara seperti:
Setiap keluarga mempunyai budayanya sendiri begitu juga antara menantu dan menantu dan mentua tentunya memiliki budaya keluarga yang berbeza. Yang dimaksud dengan budaya keluarga di sini adalah latar belakang yang seringkali sangat jauh berbeza, sama ada yang menyentuh hal-hal berkenaan tempat tinggal atau pun pengalaman peribadi yang selama ini menjadi pegangan, didikan dan kebiasaan dalam sesebuah keluarga di mana segalanya ini tentu sekali akan membentuk karaktor, sikap dan pembawaan seseorang individu dalam menjalani kehidupan sehariannya dan dalam menghadapi sesuatu masalah.
Dengan lain perkataan, asuhan orang tua atau pun kualiti hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya merupakan factor penting yang boleh mempengaruhi kualiti perkahwinan seseorang di masa akan datang. Hal ini mencakupi perihal pemilihan pasangan, pola interaksi komunikasi suami-isteri dan anak-anak, sikap terhadap pasangan dan persepsinya terhadap peranannya dalam keluarganya. Dengan itu jika proses sosialisasi dengan orang tuanya tidak begitu baik, segala emosi negatif dari mas lalu akan terbawa-bawa dalam kehidupan rumahtangganya, baik terhadap diri sendiri, pasangannya dan terhadap makna perkahwinan itu sendiri.
3. Menyamakan pasangan dengan ibu atau bapa sendiri –
Seringkali tanpa sedar seseorang akan mencari pasangan dan mentua yang seperti ibunya dan bapanya. Mereka mengharapkan agar pasangannya dan mentuanya memperlakukan dirinya seperti perlakuan ayah dan ibu terhadapnya. Harapan tersebut pada dasarnya tidaklah wajar kerana ia akan mendatangkan masalah yang besar dalam rumahtangga. Sebaliknya menantulah yang harus mengalah dan melayani mentua mereka seperti ibu bapa mereka sendiri selaku orang yang lebih tua daripada mereka bahkan kedudukan mentua sebenarnya adalah sama seperti ibu dan bapa sendiri. Menderhaka kepada mentua samalah seperti menderhaka kepada ibu bapa sendiri. Menantu juga hendaklah menunjukkan sikap bertolak ansur dengan mentua. Mentua seperti individu lain tentunya memiliki sifat kekurangan dan kelebihan tersendiri. Segala sifat mentua ini hendaklah diterima oleh menantu dengan lapang dada.
Kesimpulan
Sesungguhnya mentua adalah orang tua yang membesarkan pasangan kita dan mempunyai pengaruh yang besar dalam hidupnya. Mentua kitalah yang membentuk pasangan kita hingga menjadi peribadi yang mahu mencintai dan menerima diri kita. Oleh itu keserasian dengan mentua adalah antara faktor penting dalam mewujudkan kebahagiaan rumahtangga. Hormatilah mentua sebagaimana kita menghormati kedua-dua ibu bapa kita iaitu dengan mewujudkan sistem komunikasi yang baik. Ini penting kerana ia bakal menjadi contoh kepada anak-anak apabila mereka menjalani kehidupan berumahtangga kelak. Janganlah membalas sakit hati kita dengan melakukan sesuatu yang tidak baik kepada mentua. Percayalah rasa hormat yang kita tunjukkan itu akan membuatkan mereka merasakan diri mereka dihargai dan diterima oleh menantu mereka. Dengan demikian hubungan baik dan mesra antara menantu dengan mentua akan mudah terjalin.
Monday, October 19, 2009
DIALOG ANTARA SYAITAN DAN NABI MUSA A.S
Mari kita ikuti dialog yang menarik ini.
Syaitan telah datang menghampiri nabi Musa A.S. sebagai seorang yang memakai topi yang berwarna-warni.Namun setelah sampai,dia menanggalkan topi yang dipakainya itu.
Syaitan:Asssalamualaikum?
Nabi Musa:Waalaikumussalam.Siapa engkau?
Syaitan:Aku syaitan.
Nabi Musa:Kalau begitu semoga Allah tidak menghidupkan engkau.Apa tujuan engkau datang kemari?
Syaitan:Tujuanku adalah untuk memberi salam kepada engkau,melihat kedudukan dan darjatmu yang tinggi di sisi Allah.
Nabi Musa:Apa yang engkau pakai untuk menutup kepala?
Syaitan:Dengan topi inilah aku menyesatkan dan memperdayai manusia.
Nabi Musa:kalau begitu,apa yang engkau lakukan sehingga engkau berjaya menawan dan memperdayai manusia.
Syaitan:Apabila manusia telah terpesona dengan dirinya maka dia merasai dirinya banyak amal dan melupakan dosanya.Aku ingin mengingatkan kau tiga perkara wahai Musa:
1.Janganlah berjanji untuk melakukan segala suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya kerana sesungguhnya syaitan akan bersamanya sehingga dia memungkiri segala janjinya.
2.Janganlah berazam untuk bersedekah kerana syaitan akan bersamanya sehingga dia lalai dan lupa untuk bersedekah.
3.Janganlah berdua-duaan dengan perempuan yang bukan muhrim di tempat yang sunyi kerana sesungguhnya syaitan akan menjadi orang ketiga sehingga mereka melakukan perbuatan zina.Maka dengan wasiat yang diberikan oleh syaitan itu,tahulah nabi Musa A.S. agenda syaitan dalam menyesatkan manusia
Syaitan telah datang menghampiri nabi Musa A.S. sebagai seorang yang memakai topi yang berwarna-warni.Namun setelah sampai,dia menanggalkan topi yang dipakainya itu.
Syaitan:Asssalamualaikum?
Nabi Musa:Waalaikumussalam.Siapa engkau?
Syaitan:Aku syaitan.
Nabi Musa:Kalau begitu semoga Allah tidak menghidupkan engkau.Apa tujuan engkau datang kemari?
Syaitan:Tujuanku adalah untuk memberi salam kepada engkau,melihat kedudukan dan darjatmu yang tinggi di sisi Allah.
Nabi Musa:Apa yang engkau pakai untuk menutup kepala?
Syaitan:Dengan topi inilah aku menyesatkan dan memperdayai manusia.
Nabi Musa:kalau begitu,apa yang engkau lakukan sehingga engkau berjaya menawan dan memperdayai manusia.
Syaitan:Apabila manusia telah terpesona dengan dirinya maka dia merasai dirinya banyak amal dan melupakan dosanya.Aku ingin mengingatkan kau tiga perkara wahai Musa:
1.Janganlah berjanji untuk melakukan segala suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya kerana sesungguhnya syaitan akan bersamanya sehingga dia memungkiri segala janjinya.
2.Janganlah berazam untuk bersedekah kerana syaitan akan bersamanya sehingga dia lalai dan lupa untuk bersedekah.
3.Janganlah berdua-duaan dengan perempuan yang bukan muhrim di tempat yang sunyi kerana sesungguhnya syaitan akan menjadi orang ketiga sehingga mereka melakukan perbuatan zina.Maka dengan wasiat yang diberikan oleh syaitan itu,tahulah nabi Musa A.S. agenda syaitan dalam menyesatkan manusia
BEBERAPA KESILAPAN IBU BAPA DALAM MENDIDIK ANAK-ANAK

Pengenalan
Anak-anak adalah amanah dari ALLAH s.w.t . dan ianya sebahagian dari
ujian ALLAH s.w.t. kepada kita hamba-hamba Nya. Firman ALLAH s.w.t .
"Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi
ALLAH ada pahala yang besar."
(Al-Quran Surah At-Taghabun, 64 : 15)
Sebagai ujian, ianya akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang
ialah orang yang mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya tidak
membawa kebaikan kepadanya di akhirat .
Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda :
"Tahukah engkau siapakah orang yang mandul." Berkata para sahabat :
"Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak." Lalu
Rasulullah SAW berkata : "Orang yang mandul itu ialah orang yang
mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya itu tidak memberi
kemanfaatan kepadanya sesudah ia meninggal dunia." (Maksud Al-Hadith)
Ini mungkin disebabkan beberapa kesilapan dalam mendidik anak-anak.
1. Kesilapan pertama : Kurang berdoa
1.1 Kurang berdoa semasa mengandung.
Antara doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah
* Saidul (penghulu) Istighfar
* Doa memohon rahmat (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 8-9)
* Doa memohon zuriat yang baik (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 38)
* Doa agar anak mengerjakan solat (Al-Quran Surah Ibrahim, 14 :
40-41)
1.2 Kurang berdoa semasa membesarkan anak.
Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah :
* Doa agar anak patuh kepada ALLAH s.w.t. (Al-Quran Surah
Al-Baqarah, 2 : 128)
* Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (Al-Quran Surah Al-Furqan,
25 :74)
* Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.
2. Kesilapan kedua : Banyak memberi belaian Tarhib (menakutkan)
daripada Targhib (didikan atau motivasi) seperti
* Menakutkan anak-anak dengan sekolah
* Menakutkan dengan tempat gelap
* Menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau
* Menggunakan kekerasan dan paksaan semasa menyuruh anak tidur
3. Kesilapan ketiga : Tidak tegas dalam mendidik anak-anak
* Tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak
* Terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktiviti sahaja tanpa
mengambil kira perasaan mereka.
4. Kesilapan keempat : Menegur anak secara negatif
* Mengeluarkan kata-kata kesat dan maki hamun kepada anak-anak
(terutama semasa marah).
* Membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain atau anak orang lain.
5. Kesilapan kelima : Memberi didikan yang tidak seimbang antara
jasmani(physical), rohani (spiritual) dan minda (intelektual).
* Ramai yang lebih mementingkan pendidikan minda dari pendidikan
rohani
6. Kesilapan keenam : Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak
Sedangkan Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium
mereka.
Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. :
Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussien bin
Ali r.a. Ketika itu Aqra' bin Habis At-Tamimiy sedang berada di
rumah baginda. Berkata Aqra' : "Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh
orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka."
Rasulullah melihat kepada Aqra' kemudian berkata : "Siapa yang tidak
mengasihi tidak akan dikasihi."
(Maksud Al-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)
7. Kesilapan ketujuh : Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang
kemas
* ibu bapa tidak menunjukkan cara berpakaian yang kemas dan yang
menepati kehendak syarak bila berada di rumah, iaitu berpakaian
secara selekeh atau berpakaian seksi di hadapan anak-anak.
8. Kesilapan kelapan : Susunan rumahtangga yang tidak kemas.
Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara itu dan membesar
menjadi pemalas dan selekeh.
9. Kesilapan kesembilan : Kurang menghidupkan sunnah di rumah seperti
memberi salam, makan berjemaah, beribadah bersama-sama dan
sebagainya. Dalam menjawab salam, lazimkanlah menjawab salam dengan
yang lebih baik dari salam yang diberi.
10. Kesilapan kesepuluh : Tidak menggantungkan rotan di tempat yang
mudah dilihat oleh anak-anak. Dalam Islam, merotan anak dengan tujuan
mendidik adalah satu sunnah.
11. Kesilapan kesebelas : Kurang mendedahkan anak-anak dengan model
yang cemerlang seperti para ulama' dan orang-orang yang berhemah tinggi
dan berakhlak mulia.
Anak-anak juga patut didedahkan dengan sembahyang jemaah, kuliah
agama dan aktiviti-aktiviti yang bersesuaian dengan akhlak Islam.
12. Kesilapan keduabelas : Bertengkar di depan anak-anak.
Ini akan menyebabkan anak-anak rasa tertekan dan membenci salah
seorang dari ibubapanya.
13. Kesilapan ketigabelas : Membenarkan orang yang tidak elok
sahsiyahnya
masuk ke dalam rumah kita, Baik dari kalangan sahabat sendiri ataupun
sahabat anak-anak, kerana ini akan memberikan contoh yang tidak baik
kepada anak-anak yang masih membesar.
14. Kesilapan keempatbelas : Kurang mengawasi rancangan-rancangan
yang ditonton samada dari TV ataupun video. Pengawasan dalam hal ini
adalah penting kerana kebanyakan rancangan dari media ini menonjolkan
akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan,
pakaian yang tidak menepati syarak dan perbualan yang boleh
merosakkan agama anak-anak.
15. Kesilapan kelimabelas : Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk
mendidik anak-anak. Sebagai ibubapa kitalah yang akan disoal diakhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan
didikan Islam.
Anak-anak adalah amanah dari ALLAH s.w.t . dan ianya sebahagian dari
ujian ALLAH s.w.t. kepada kita hamba-hamba Nya. Firman ALLAH s.w.t .
"Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi
ALLAH ada pahala yang besar."
(Al-Quran Surah At-Taghabun, 64 : 15)
Sebagai ujian, ianya akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang
ialah orang yang mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya tidak
membawa kebaikan kepadanya di akhirat .
Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda :
"Tahukah engkau siapakah orang yang mandul." Berkata para sahabat :
"Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak." Lalu
Rasulullah SAW berkata : "Orang yang mandul itu ialah orang yang
mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya itu tidak memberi
kemanfaatan kepadanya sesudah ia meninggal dunia." (Maksud Al-Hadith)
Ini mungkin disebabkan beberapa kesilapan dalam mendidik anak-anak.
1. Kesilapan pertama : Kurang berdoa
1.1 Kurang berdoa semasa mengandung.
Antara doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah
* Saidul (penghulu) Istighfar
* Doa memohon rahmat (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 8-9)
* Doa memohon zuriat yang baik (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 38)
* Doa agar anak mengerjakan solat (Al-Quran Surah Ibrahim, 14 :
40-41)
1.2 Kurang berdoa semasa membesarkan anak.
Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah :
* Doa agar anak patuh kepada ALLAH s.w.t. (Al-Quran Surah
Al-Baqarah, 2 : 128)
* Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (Al-Quran Surah Al-Furqan,
25 :74)
* Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.
2. Kesilapan kedua : Banyak memberi belaian Tarhib (menakutkan)
daripada Targhib (didikan atau motivasi) seperti
* Menakutkan anak-anak dengan sekolah
* Menakutkan dengan tempat gelap
* Menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau
* Menggunakan kekerasan dan paksaan semasa menyuruh anak tidur
3. Kesilapan ketiga : Tidak tegas dalam mendidik anak-anak
* Tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak
* Terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktiviti sahaja tanpa
mengambil kira perasaan mereka.
4. Kesilapan keempat : Menegur anak secara negatif
* Mengeluarkan kata-kata kesat dan maki hamun kepada anak-anak
(terutama semasa marah).
* Membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain atau anak orang lain.
5. Kesilapan kelima : Memberi didikan yang tidak seimbang antara
jasmani(physical), rohani (spiritual) dan minda (intelektual).
* Ramai yang lebih mementingkan pendidikan minda dari pendidikan
rohani
6. Kesilapan keenam : Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak
Sedangkan Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium
mereka.
Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. :
Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussien bin
Ali r.a. Ketika itu Aqra' bin Habis At-Tamimiy sedang berada di
rumah baginda. Berkata Aqra' : "Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh
orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka."
Rasulullah melihat kepada Aqra' kemudian berkata : "Siapa yang tidak
mengasihi tidak akan dikasihi."
(Maksud Al-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)
7. Kesilapan ketujuh : Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang
kemas
* ibu bapa tidak menunjukkan cara berpakaian yang kemas dan yang
menepati kehendak syarak bila berada di rumah, iaitu berpakaian
secara selekeh atau berpakaian seksi di hadapan anak-anak.
8. Kesilapan kelapan : Susunan rumahtangga yang tidak kemas.
Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara itu dan membesar
menjadi pemalas dan selekeh.
9. Kesilapan kesembilan : Kurang menghidupkan sunnah di rumah seperti
memberi salam, makan berjemaah, beribadah bersama-sama dan
sebagainya. Dalam menjawab salam, lazimkanlah menjawab salam dengan
yang lebih baik dari salam yang diberi.
10. Kesilapan kesepuluh : Tidak menggantungkan rotan di tempat yang
mudah dilihat oleh anak-anak. Dalam Islam, merotan anak dengan tujuan
mendidik adalah satu sunnah.
11. Kesilapan kesebelas : Kurang mendedahkan anak-anak dengan model
yang cemerlang seperti para ulama' dan orang-orang yang berhemah tinggi
dan berakhlak mulia.
Anak-anak juga patut didedahkan dengan sembahyang jemaah, kuliah
agama dan aktiviti-aktiviti yang bersesuaian dengan akhlak Islam.
12. Kesilapan keduabelas : Bertengkar di depan anak-anak.
Ini akan menyebabkan anak-anak rasa tertekan dan membenci salah
seorang dari ibubapanya.
13. Kesilapan ketigabelas : Membenarkan orang yang tidak elok
sahsiyahnya
masuk ke dalam rumah kita, Baik dari kalangan sahabat sendiri ataupun
sahabat anak-anak, kerana ini akan memberikan contoh yang tidak baik
kepada anak-anak yang masih membesar.
14. Kesilapan keempatbelas : Kurang mengawasi rancangan-rancangan
yang ditonton samada dari TV ataupun video. Pengawasan dalam hal ini
adalah penting kerana kebanyakan rancangan dari media ini menonjolkan
akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan,
pakaian yang tidak menepati syarak dan perbualan yang boleh
merosakkan agama anak-anak.
15. Kesilapan kelimabelas : Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk
mendidik anak-anak. Sebagai ibubapa kitalah yang akan disoal diakhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan
didikan Islam.
TIPS KOMUNIKASI CEMERLANG, TERBILANG PASANGAN SUAMI ISTERI

1. Berdoa kepada Allah S.W.T untuk sentiasa disayangi oleh pasangan.
2. Sentuh dan tegur pasangan sebelum menyambung kerja lain apabila pasangan balik ke rumah.
3. Berlatih untuk menjadi pendengar yang baik.
4. Memberi pujian kepada pasangan mengenai penampilan masing-masing dan memberi galakan kepada perubahan yang cuba dibuat oleh pasangan.
5. Memujuk apabila pasangan marah atau berkecil hati
6. Ucapkan kata-kata sayang atau romantik dua kali sehari.
7. Memberi perhatian terhadap perkara yang disampaikan oleh pasangan dengan tekun.
8. Peluk pasangan dengan penuh kasih sayang tujuh kali sehari. Ucapkan terima kasih atas setiap khidmat
2. Sentuh dan tegur pasangan sebelum menyambung kerja lain apabila pasangan balik ke rumah.
3. Berlatih untuk menjadi pendengar yang baik.
4. Memberi pujian kepada pasangan mengenai penampilan masing-masing dan memberi galakan kepada perubahan yang cuba dibuat oleh pasangan.
5. Memujuk apabila pasangan marah atau berkecil hati
6. Ucapkan kata-kata sayang atau romantik dua kali sehari.
7. Memberi perhatian terhadap perkara yang disampaikan oleh pasangan dengan tekun.
8. Peluk pasangan dengan penuh kasih sayang tujuh kali sehari. Ucapkan terima kasih atas setiap khidmat
Subscribe to:
Posts (Atom)